Permusuhan kaum Yahudi dan Nasrani sangat besar terhadap kaum muslimin, mereka selalu bersatu dalam menghadapi kaum muslimin hanya untuk mengacaukan keimanan kaum muslimin terhadap Islam. Kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan umat Islam dari agama baru kemudian memurtadkannya, karena misi utama mereka bukan secara langsung menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq. Tujuan mereka adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu. Dan mereka tidak akan berhenti sebelum umat Islam mengikuti agama mereka, sebagaimana telah disebutkan dalam firman Allah swt:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” {Qs. Al-Baqarah [2]: 120}.
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Suka Duka Menjadi Ulama’
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) disebutkan bahwa ulama adalah orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam. Mengenai ketinggian derajat para ulama disebutkan dalam firman-Nya:
...يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)
“…Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah [58]: 11)
Selain masalah ketinggian derajat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi karakteristik bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:
...إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir [35]: 28)
Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi.
إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما وأورثوا العلم…
“Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu…”(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih).
...يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)
“…Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah [58]: 11)
Selain masalah ketinggian derajat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi karakteristik bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:
...إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir [35]: 28)
Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi.
إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما وأورثوا العلم…
“Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu…”(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih).
Kamis, 28 April 2011
ANTARA MENULIS DAN BERBICARA
Menulis itu beda dengan bicara, paling tidak menulis itu butuh keterampilan khusus yang harus dipelajari dan sering dilatih. Sementara berbicara mungkin hanya butuh pembiasaan aja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari mata, telinga, dan lidah. Mata itu untuk melihat gerakan yang dilakukan orang yang akan kita contoh untuk bicara, terutama melihat gerakan mulut dan muka. Telinga untuk mendengar kata yang diucapkan, dan lidah berusaha untuk mengikutinya dengan kata yang akan kita keluarkan. Misalnya anak kecil yang sehat dan normal biasanya akan dengan mudah untuk mengikuti. Itu memerlukan pembiasaan sekalian mengasah kemampuan dan reflek tiga indera tadi. Jadi, anak kecil yang pengen belajar bicara itu tidak memerlukan belajar huruf-huruf terlebih dahulu, tidak butuh juga dengan seabrek teori menulis. Ia akan dengan spontan mengikuti setiap huruf yang diucapkan orang lain (entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau temannya dll), dan mereka (termasuk kita) juga bisa belajar bicara tanpa keterampilan yang rumit n mengalir apa adanya.
Selasa, 28 Desember 2010
TIDUR PAGI, ADA MANFAATNYA G’ YA ??
Menurut pernyataan yang pernah saya dengar, setelah shubuh itu bisa memperkuat hafalan lho, apalagi klo’ kita gunakan untuk menghafal Al qur’an..wah udah berapa surah or berapa juz yang udah kita hafal klo’ dalam satu minggu aja waktu tidur pagi kita diganti dengan menghafal stiap harinya.
Ibnul Qayyim menjelaskan dalam kitabnya tentang banyak tidur itu dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. So, ngapain kita menambah waktu tidur kita yang udah semalaman dengan tidur pagi, sayangkan waktu hidup kita hanya banyak digunakan buat tidur terus..
Bukan berarti kita g’ boleh tidur lho Sob, ada waktu-waktu tertentu yang seharusnya kita menggunakannya untuk tidur, misalnya :
1. Tidur ketika kita memang butuh seperti karena lelah, de eL eL.
2. Tidur di awal malam ini lebih bermanfaat dari pada tidur di akhir malam, s0.. jangan sering-sering begadang ya apalagi seorang muslimah, hhe
3. tidur di pertengahan siang ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Ibnul Qayyim menjelaskan dalam kitabnya tentang banyak tidur itu dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. So, ngapain kita menambah waktu tidur kita yang udah semalaman dengan tidur pagi, sayangkan waktu hidup kita hanya banyak digunakan buat tidur terus..
Bukan berarti kita g’ boleh tidur lho Sob, ada waktu-waktu tertentu yang seharusnya kita menggunakannya untuk tidur, misalnya :
1. Tidur ketika kita memang butuh seperti karena lelah, de eL eL.
2. Tidur di awal malam ini lebih bermanfaat dari pada tidur di akhir malam, s0.. jangan sering-sering begadang ya apalagi seorang muslimah, hhe
3. tidur di pertengahan siang ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Kamis, 23 Desember 2010
Tentang Qila wa Qola
Sebagian penuntut ilmu ada yang terlalu tergesa-gesa di dalam menvonis orang lain dan mengharuskan sesuatu yang tidak harus serta membesar-besarkan masalah yang memang ada perbedaan pendapat di dalamnya. Bahkan terhadap perbedaan pendapat yang ada kelapangan di dalamnya dan sebagiannya adalah perkara yang memang diperbolehkan adanya perbedaan pendapat. Hal ini menyebabkan pertikaian di antara para penuntut ilmu, bahkan (sebagian dari) mereka berlebih-lebihan di dalam mencela orang yang berbeda pendapat dengan mereka.
Nasehat Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad tentang qila wa Qola ini, yang wajib bagi setiap muslim, (termasuk) para penuntut ilmu adalah hendaknya mereka bertakwa kepada Allah swt dan menyibukkan diri mereka dengan ilmu yang bermanfaat dan bersemangat di dalam menuntutnya, serta hendaknya mereka mengetahui bagaimana metoda dan cara para ulama senior semisal Syaikh Ibnu Bâz, Syaikh Ibnu ‘Utsaimîn, Syaikh asy-Syinqithî dan Syaikh al-Albâni rahimahumullâhu. Maksudnya, mereka ini seharusnya berupaya berada di atas metoda para ulama’ senior tersebut yang mana para ulama ini sibuk dengan ilmu.
Nasehat Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad tentang qila wa Qola ini, yang wajib bagi setiap muslim, (termasuk) para penuntut ilmu adalah hendaknya mereka bertakwa kepada Allah swt dan menyibukkan diri mereka dengan ilmu yang bermanfaat dan bersemangat di dalam menuntutnya, serta hendaknya mereka mengetahui bagaimana metoda dan cara para ulama senior semisal Syaikh Ibnu Bâz, Syaikh Ibnu ‘Utsaimîn, Syaikh asy-Syinqithî dan Syaikh al-Albâni rahimahumullâhu. Maksudnya, mereka ini seharusnya berupaya berada di atas metoda para ulama’ senior tersebut yang mana para ulama ini sibuk dengan ilmu.
Kamis, 11 November 2010
BIDADARI SURGA
Setiap manusia tentu menginginkan kenikmatan yang kekal dan abadi di Surga. Yang mana di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dan dihiasi dengan beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Allah swt berfirman:
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ (١٥)
“(apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih. { Muhammad : 15 }.
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ (١٥)
“(apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih. { Muhammad : 15 }.
ANTARA RUMAH TANGGA DAN KARIER
Emansipasi wanita seperti zaman sekarang sudah jadi impian setiap wanita untuk bisa berkarier sederajat dan terkadang lebih tinggi dibanding kaum pria. Memang menjadi keuntungan tersendiri bagi kaum Hawa yang sukses berkarier, maka tidak lagi menjadi beban atau tanggungan bagi kaum Adam, dan biasanya bagi perempuan yang konsentrasi di dunia karir, biasanya memang bisa memperoleh apa yang diinginkannya, menempati posisi-posisi utama diperusahaan dan bahkan menjadi direktris dari perusahaan itu sendiri. Sudah tidak menjadi hal yang tidak tabu lagi pemimpin perusahaan bahkan departemen oleh perempuan. Tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum perempuan, disaat bersamaan perempuan lain tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Tapi memang ada sendiri dampaknya bagi kaum perempuan saat harus berkonsentrasi di dunia bsnis atau perusahaan, dampaknya biasanya perempuan yang karena fokusnya pada karier melupakan kepentinganya sendiri, misalnya saja lupa mengambil cuti untuk hamil atau cuti untuk mengurus anak-anaknya sendiri, dan menjadi alternatif memang biasanya diberikan kepercayaan untuk pengasuh anak-anaknya. Namun tidak sedikit perempuan yang bisa mengatur dua-duanya, yaitu tetap mendapatkan penghasilan dari kariernya namun tanpa harus meninggalkan keperluan-keperluan rumah tangganya sendiri, wanita seperti ini perlu diberi acungan jempol, karena suami pun biasanya tidak bisa melakukan dua-duanya, biasanya bila suami bekerja harus fokus pada pekerjaanya dan kadangkala hampir habis waktu untuk keluarganya, apalagi yang bekerja diluar kota atau diluar negeri menjadi hal yang bisa dimaklumi bersama pasanganya, menjadi kunci utama.
Jumat, 05 November 2010
REMAJA
Islam telah mengatur perilaku dalam remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah :
1. Menutup Aurat
Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
Aurat bagi-bagi yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurot bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.
1. Menutup Aurat
Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
Aurat bagi-bagi yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurot bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.
Sabtu, 23 Oktober 2010
UKHTI, HINDARILAH PERILAKU TABARRUJ
Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah swt ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah swt telah melarang darinya. Sudah menjadi fitrah setiap Muslimin yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya menginginkan untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar dari api neraka.
Tapi sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa mayoritas penghuni neraka adalah para wanita, berdasarkan hadits Nabi saw :
“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya).
Tapi sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa mayoritas penghuni neraka adalah para wanita, berdasarkan hadits Nabi saw :
“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya).
ABOUT FEMINISME
Sampai hari ini sebagian kaum perempuan masih aktif dalam perjuangan persamaan hak dengan kaum laki-laki atau yang biasanya disebut kesetaraan gender. Dan biasanya yang sedang berjuang itu adalah para perempuan yang sudah "merdeka". yaitu mereka yang dari kalangan Wanita Karir yang sukses, punya prestasi, punya background pendidikan yang tinggi.
Masalah yang terus-menerus tentang emansipasi sebenarnya bukan karena laki-laki menjadikan wanita sebagai objeck, tapi karena perempuan sendiri yang berlaku demikian. Selalu berteriak akan persamaan hak. Masalah kesetaraan gender yang gencar didengungkan kaum perempuan itu akan selalu ada jika kaum perempuan tidak pernah merasa bahwa laki-laki adalah "mitra" melainkan sebagai pesaing dan musuh.
6 Prinsip menyikapi Feminisme:
1. Didasarkan atas keimanan bahwa Allah itu maha tahu & maha adil, sedangkan manusia itu pengetahuannya terbatas.
2. Di dasarkan pada keta’atan terhadap Allah & Rosul-Nya berdasarkan nash-nash yang qoth’i, jika q-tha di hadapkan pada nash yang qoth’i q-tha harus “sami’naa wa atho’na”, tapi klo’ dzonni masih bisa di perdebatkan. Sedangkan feminisme jika ada nash yang qoth’i mereka masih mempermasalahkannya.
Masalah yang terus-menerus tentang emansipasi sebenarnya bukan karena laki-laki menjadikan wanita sebagai objeck, tapi karena perempuan sendiri yang berlaku demikian. Selalu berteriak akan persamaan hak. Masalah kesetaraan gender yang gencar didengungkan kaum perempuan itu akan selalu ada jika kaum perempuan tidak pernah merasa bahwa laki-laki adalah "mitra" melainkan sebagai pesaing dan musuh.
6 Prinsip menyikapi Feminisme:
1. Didasarkan atas keimanan bahwa Allah itu maha tahu & maha adil, sedangkan manusia itu pengetahuannya terbatas.
2. Di dasarkan pada keta’atan terhadap Allah & Rosul-Nya berdasarkan nash-nash yang qoth’i, jika q-tha di hadapkan pada nash yang qoth’i q-tha harus “sami’naa wa atho’na”, tapi klo’ dzonni masih bisa di perdebatkan. Sedangkan feminisme jika ada nash yang qoth’i mereka masih mempermasalahkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)