Jumat, 08 Juni 2012

Gerakan Kristenisasi Melanda Umat

Permusuhan kaum Yahudi dan Nasrani sangat besar terhadap kaum muslimin, mereka selalu bersatu dalam menghadapi kaum muslimin hanya untuk mengacaukan keimanan kaum muslimin terhadap Islam. Kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan umat Islam dari agama baru kemudian memurtadkannya, karena misi utama mereka bukan secara langsung menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq. Tujuan mereka adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu. Dan mereka tidak akan berhenti sebelum umat Islam mengikuti agama mereka, sebagaimana telah disebutkan dalam firman Allah swt:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” {Qs. Al-Baqarah [2]: 120}.

Jumat, 01 Juni 2012

Suka Duka Menjadi Ulama’

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) disebutkan bahwa ulama adalah orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam. Mengenai ketinggian derajat para ulama disebutkan dalam firman-Nya:
...يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)
“…Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah [58]: 11)
Selain masalah ketinggian derajat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi karakteristik bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:
...إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir [35]: 28)
Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi.
إن العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما وأورثوا العلم…
“Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu…”(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih).

Kamis, 02 Juni 2011

I LiKe pLanet VenuSs..;)

Planet venus bisa dilihat dengan mata telanjang seperti halnya planet merkurius, venus biasanya terlihat di sebelah timur sebelum matahari terbit, sehingga venus di sebut bintang timur atau bintang pagi. Jadi klo’ tidur pagi gak bisa ngliat planet Venus, hhe. Kadang-kadang juga venus terlihat di sebelah barat sebelum matahari terbenam, sehingga venus dinamakan bintang senja, bintang barat, atau bintang kejora.
Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain yang ada di tatasurya kita ini. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama dari pada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari.
Cincin Planet
Planet venus tidak memiliki cincin, karena planet ini terdapat di bagian planet dalam. Yang memiliki cincin adalah planet bagian luar seperti jupiter, saturnus, uranus, neptunus.

Kamis, 28 April 2011

ANTARA MENULIS DAN BERBICARA

Menulis itu beda dengan bicara, paling tidak menulis itu butuh keterampilan khusus yang harus dipelajari dan sering dilatih. Sementara berbicara mungkin hanya butuh pembiasaan aja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari mata, telinga, dan lidah. Mata itu untuk melihat gerakan yang dilakukan orang yang akan kita contoh untuk bicara, terutama melihat gerakan mulut dan muka. Telinga untuk mendengar kata yang diucapkan, dan lidah berusaha untuk mengikutinya dengan kata yang akan kita keluarkan. Misalnya anak kecil yang sehat dan normal biasanya akan dengan mudah untuk mengikuti. Itu memerlukan pembiasaan sekalian mengasah kemampuan dan reflek tiga indera tadi. Jadi, anak kecil yang pengen belajar bicara itu tidak memerlukan belajar huruf-huruf terlebih dahulu, tidak butuh juga dengan seabrek teori menulis. Ia akan dengan spontan mengikuti setiap huruf yang diucapkan orang lain (entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau temannya dll), dan mereka (termasuk kita) juga bisa belajar bicara tanpa keterampilan yang rumit n mengalir apa adanya.

Selasa, 28 Desember 2010

TIDUR PAGI, ADA MANFAATNYA G’ YA ??

Menurut pernyataan yang pernah saya dengar, setelah shubuh itu bisa memperkuat hafalan lho, apalagi klo’ kita gunakan untuk menghafal Al qur’an..wah udah berapa surah or berapa juz yang udah kita hafal klo’ dalam satu minggu aja waktu tidur pagi kita diganti dengan menghafal stiap harinya.
Ibnul Qayyim menjelaskan dalam kitabnya tentang banyak tidur itu dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. So, ngapain kita menambah waktu tidur kita yang udah semalaman dengan tidur pagi, sayangkan waktu hidup kita hanya banyak digunakan buat tidur terus..
Bukan berarti kita g’ boleh tidur lho Sob, ada waktu-waktu tertentu yang seharusnya kita menggunakannya untuk tidur, misalnya :
1. Tidur ketika kita memang butuh seperti karena lelah, de eL eL.
2. Tidur di awal malam ini lebih bermanfaat dari pada tidur di akhir malam, s0.. jangan sering-sering begadang ya apalagi seorang muslimah, hhe
3. tidur di pertengahan siang ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Kamis, 23 Desember 2010

Tentang Qila wa Qola

Sebagian penuntut ilmu ada yang terlalu tergesa-gesa di dalam menvonis orang lain dan mengharuskan sesuatu yang tidak harus serta membesar-besarkan masalah yang memang ada perbedaan pendapat di dalamnya. Bahkan terhadap perbedaan pendapat yang ada kelapangan di dalamnya dan sebagiannya adalah perkara yang memang diperbolehkan adanya perbedaan pendapat. Hal ini menyebabkan pertikaian di antara para penuntut ilmu, bahkan (sebagian dari) mereka berlebih-lebihan di dalam mencela orang yang berbeda pendapat dengan mereka.
Nasehat Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad tentang qila wa Qola ini, yang wajib bagi setiap muslim, (termasuk) para penuntut ilmu adalah hendaknya mereka bertakwa kepada Allah swt dan menyibukkan diri mereka dengan ilmu yang bermanfaat dan bersemangat di dalam menuntutnya, serta hendaknya mereka mengetahui bagaimana metoda dan cara para ulama senior semisal Syaikh Ibnu Bâz, Syaikh Ibnu ‘Utsaimîn, Syaikh asy-Syinqithî dan Syaikh al-Albâni rahimahumullâhu. Maksudnya, mereka ini seharusnya berupaya berada di atas metoda para ulama’ senior tersebut yang mana para ulama ini sibuk dengan ilmu.