Sabtu, 23 Oktober 2010

ABOUT FEMINISME

Sampai hari ini sebagian kaum perempuan masih aktif dalam perjuangan persamaan hak dengan kaum laki-laki atau yang biasanya disebut kesetaraan gender. Dan biasanya yang sedang berjuang itu adalah para perempuan yang sudah "merdeka". yaitu mereka yang dari kalangan Wanita Karir yang sukses, punya prestasi, punya background pendidikan yang tinggi.
Masalah yang terus-menerus tentang emansipasi sebenarnya bukan karena laki-laki menjadikan wanita sebagai objeck, tapi karena perempuan sendiri yang berlaku demikian. Selalu berteriak akan persamaan hak. Masalah kesetaraan gender yang gencar didengungkan kaum perempuan itu akan selalu ada jika kaum perempuan tidak pernah merasa bahwa laki-laki adalah "mitra" melainkan sebagai pesaing dan musuh.
6 Prinsip menyikapi Feminisme:
1. Didasarkan atas keimanan bahwa Allah itu maha tahu & maha adil, sedangkan manusia itu pengetahuannya terbatas.
2. Di dasarkan pada keta’atan terhadap Allah & Rosul-Nya berdasarkan nash-nash yang qoth’i, jika q-tha di hadapkan pada nash yang qoth’i q-tha harus “sami’naa wa atho’na”, tapi klo’ dzonni masih bisa di perdebatkan. Sedangkan feminisme jika ada nash yang qoth’i mereka masih mempermasalahkannya.

3. Di dasarkan bahwa mereka melihat Islam berkemajuan dalam ukuran-ukuran dunia, jika memang seperti hal tersebut berarti orang-orang kafir juga mulia, padahal qur’an menentang keras tentang orang-orang kafir, sebagaimana yang telah tersebutkan dalam Qs. Al bayyinah:6:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (6)
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”
Apa ini yang mau di capai oleh gerakan feminis, jika memang yang mereka inginkan seperti ini berarti mereka mendapatkan kemuliaan di dunia tapi mereka menjadi hina di akhirat .
4. Di dasarkan pada konsep keseimbangan dalam hidup. Kehidupan ini akan bisa terus berjalan karena ada konsep keseimban9an (seperti ada yang memimpin ada juga yang di pimpin), jadi dalam q-tha memahami konsep peran wanita harus didasarkan pada kemuliaan seseorang itu di ukur dalam kehidupannya nanti di akhirat, karena memang keseimbangan hidup ini merupakan kelestarian, Allah mengatur dalam menjadikan laki-laki dan perempuan itu didasarkan pada keseimbangan tersebut tapi yang di maksud keseimbangan di sini adalah keseimbangan akhirat.
5. Dalam mengatur peran manusia(laki-laki & perempuan) sesuai degan fithrah & kemampuannya.
6. Pentingnya kehidupan rumah tangga. Di ciptakan laki-laki & perempuan berpasangan itu karena Islam sangat memperhatikan kehidupan rumah tangga. Jika ada penyampai yang q-tha lihat seperti beberapa minggu yang lalu apa yang mereka sampaikan biasanya tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan terutama dalam kehidupan rumah tangga mereka. Dalam penyampaian mereka hanya enak di dengar, indah di telinga, dan gampang di diskusikan tapi mereka tidak mau melaksanakan. Sebagaimana telah di sebutkan dalam qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ (2)كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ (3)
“ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan.Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”(Ash-shaff:2-3)
Sebenarnya ini sama seperti Pluralisme, kalau mereka mengatakan semua agama benar dan bisa masuk surga tapi mengapa mereka tidak pindah agama saja. Jadi tujuan utama mereka ingin menyesatkan orang lain tapi mereka sendiri tidak mau sesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar